EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PANDAN, DAUN MINT DAN JERUK BALI UNTUK MENGATASI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL

Desy Darmayanti, Ikada Septi Arimurti, Ariska Ariska

Abstract


ABSTRACT

Proton pump inhibitor are widely used in the treatment of peptic acid transmitters. The mechanism of action involves the inhibition of the hk-adenosime study was to determine how much use of proton pump inhibtors in outpatients in RSIA Dhia in July-December 2017. This study is non experimental with retrorespective data collection and analyzed with descriptive quantitative, sample taken by simple random sampling method. The sample obtained was 86. The results showed that the use of proton pum inhibitors was used more by women with a percentage of 62,8%. The use of this drug is also widely used by patients aged 26-45 years with a percentage of 46,5%. The accurary of the dosage that is in accordance with the literature standard is 65%. The most common diagnosis in this tudy was dyspepsia with a result of 54,7%. And the concomitant drug that is often used is sucralfat with a yield of 12%. It is suggested to RSIA Dhia to improve the complemeteness of medical record data to facilitater search.


ABSTRAK

Proton pump inhibitor banyak digunakan dalam pengobatan penyalit asam peptic. Mekanisme kerjanya melibatkan penghambatan enzim hk-adenosime trifosfate yang ada dalam sel pariental mukosa lambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak penggunaan proton pump inhibitor pada pasien rawat jalan di RSIA Dhia. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dan dianalisa dengan deskriptif kuantitatif, sampel diambil dengan metode simple random sampling. Sample yang didapat adalah 86. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan proton pump inhibitor lebih banyak digunakan oleh perempuan dengan presentase 62,8%. Penggunaan obat ini juga banyak digunakan oleh pasien dengan rentang usia 26-45 tahun dengan presentase sebanyak 39,5%. Jenis obat proton pump inhibitor yang sering digunakan adalah omeprazole dengan hasil presentase 46,5%. Ketepatan dosis yang sudah sesuai dengan standar literature adalah 65%. Diagnose yang paling banyak dalam penelitian ini adalah dyspepsia dengan hasil 54,7%. Dan obat penyertayang sering digunakan adalah sucralfat dengan hasil 12%. Kepada RSIA Dhia disarankan lebih meningkatkan kelengkapan data rekam medis agar memudahkan dalam penelitian.



Full Text:

PDF

References


Bagus, P. R. 2016. Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Gangguan Lambung(Dispepsia, Gastritis, Tukak Peptik) Rawat Inap di Rumah Sakit X. Sripsi. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Berardy, R.R, dan Lynda, S.W, 2005.Peptic Ulcer Disease Dalam Phamakoteurapi a Phatophysioligic Approach, edisi 6, McGraw-Hill, Medical Publishing Division by The McGra-Hill Companies.

Corwin, Elisabeth J, 2009. Ulkus Peptikum. Dalam: Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Drug Information Handbook. 2009. 17th Edition. Lexi-comp For The American Pharmacist Association.

Gilman and Goodman, 2008. Dasar Farmakologi Terapi 1, edisi 10. Penerbit Buku Kedokteran; EGC, Jakarta.

Guyton A.C, and J.E Hall 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta:EGC.

Handayani Sri Ani, 2017. Evaluasi Penggunaan Obat Saluran Cerna Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit IMC Bintaro Periode Januari- Desember 2016. Karya Tulis Ilmiah. Tangerang Selatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kharisma Persada.

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2014.

Kemenkes, 2004. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1197/menkes/SK/X/2004. Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit. Jakarta

Nofriyanti, Fahlevi. 2015. Gambaran Penggunaan Obat Gastritis Pada Pasien Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit di Provinsi Riau. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesian3(2). Riau

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

. 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Permenkes. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta. Depkes RI

Ramakrishnan K., Salinas R.C. 2007, Peptic Ulcer Disease . Available from: http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/nsaids/ AIDS_PepticUlcers.pdf page 2

Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sukandar, et al, 2008. Iso Farmakoterapi


Refbacks

  • There are currently no refbacks.