KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT UNTUK KLAIM BIAYA DITINJAU DARI BERBAGAI LITERATUR

Indah Kristina, Fenita Purnama Sari Indah, Vicy Varia Detyas

Abstract


ABSTRACT

The accuracy of the diagnosis code in the medical record file is used as a basics for claiming fees. The patient diagnosis code if not coded accurately results in the resulting information will have a low level of validation. Thus, an accurate and absolute code must be obtained in order to be accounted for. Writing a specific main diagnosis can make it easier for coding officers to provide the code, making it easier for officers to analyze and reporting to make disease recapitulation reports, used as a basis for grouping CBG (Case Based Groups) for billing systems for payment of service fees. The purpose of this study is to determine the accuracy of disease diagnosis codes for cost claims in terms of various literature. The method used is the method of Literature Study or Literature Study relating to the accuracy of the disease diagnosis code for cost claims in terms of various literature. From 5 journals found that the level of accuracy of the code is still not perfect because it is not 100%. Coder competence is a factor that influences the level of accuracy of disease code coding for cost claims. So that many claim files are not smooth and returned by verifies. The lack of participation in attending seminars and training on coding and the development of new diseases. In addition, writing a diagnosis that is still less readable causes the code to be incorrect in giving the disease code. The conclusion that can be drawn is that there are several factors that influence the still many inaccuracies in the giving of disease codes, namely writing unclear diagnoses, lack of training code and experience and errors in coding for the main code in the claim process.

ABSTRAK

Keakuratan kode diagnosis pada berkas rekam medis dipakai sebagai dasar terkait dengan klaim biaya. Kode diagnosis pasien apabila tidak terkode dengan akurat mengakibatkan informasi yang dihasilkan akan mempunyai tingkat validasi yang rendah. Dengan demikian kode yang akurat dan mutlak harus diperoleh agar dapat dipertanggungjawabkan. Penulisan diagnosis utama yang spesifik dapat memudahkan petugas koding dalam pemberian kodenya, memudahkan petugas analising dan reporting untuk membuat laporan rekapitulasi penyakit, digunakan sebagai bahan dasar dalam pengelompokkan CBG (Case Based Groups) untuk sistem penagihan pembayaran biaya pelayanan. Tujuan dar penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis penyakit untuk klaim biaya ditinjau dari berbagai literatur. Metode yang digunakan adalah metode Studi Literatur atau Studi Pustaka yang berhubungan dengan ketepatan kode diagnosis penyakit untuk klaim biaya ditinjau dari berbagai literatur. Dari 5 jurnal didapatkan bahwa tingkat ketepatan kode masih belum sempurna karena belum 100%. Kompetensi koder merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat ketepatan pemberian kode penyakit untuk klaim biaya. Sehingga banyak berkas klaim yang tidak lancar dan dikembalikan oleh verifikator. Minimnya partisipasi mengikuti seminar dan pelatihan mengenai koding dan perkembangan penyakit baru. Selain itu, penulisan diagnosa yang masih kurang terbaca menyebabkan koder salah dalam memberi kode penyakit. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi masih banyaknya ketidaktepatan dalam pemberian kode penyakit yaitu penulisan diagnosa yang kurang jelas, koder yang kurang pelatihan dan pengalaman dan kesalahan dalam pemberian kode untuk kode utama dalam proses klaim.


Full Text:

PDF

References


Alik, Andi Tenri Nurrul Izzah. 2016. Hubungan Ketepatan Kode Diagnosa Obstetric Terhadap Kelancaran Klaim BPJS Di RSUD Sawerigading Kota Palopo Sulawesi Selatan. Jakarta : Universitas Esa Unggul

BPJS Kesehatan. 2014. Petunjuk Teknis Verfikasi Klaim. Jakarta : BPJS Kesehatan

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia. Jakarta : Depkes RI

Gouw, Luviany dan Indawati, Laela. 2017. Tinjauan Kompetensi Koder Dalam Penentuan Kode Penyakit Dan Tindakan Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Jakarta : Universitas Esa Unggul

Hatta, Gemala R. 2008. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta : Universitas Indonesia

Hatta, Gemala R. 2011. Tujuan, Kegunaan, Pengguna dan Fungsi Rekam Medis Kesehatan, dalam Hatta, G, editor. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta : Universitas Indonesia

Hatta, Gemala R. 2013. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan (Revisi 2). Jakarta : Universitas Indonesia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 Tentang Rekam Medis. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor No. 27 Tahun 2014 tentang Juknis Sistem INA CBGs. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor No.36 Tahun 2015 tentang Pencegahan Kecurangan (Fraud) Dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 76 Tahun 2016 Tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia No: HK.01.O7/Menkes/312/2020 Tentang Standar Profesi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Nur. dkk. 2018. Pengaruh Kompetensi Coder Terhadap Keakuratan Dan Ketepatan Pengkodean Menggunakan ICD-10 Di Rumah Sakit “X” Pekanbaru Tahun 2016. Pekanbaru : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Octaria, Haryani. 2015. Peningkatan Kualitas Pengkodean Pada Ketepatan Dan Kecepatan Pengkodean Penyakit Untuk Penagihan Klaim BPJS Di RSUD Petala Bumi Pekanbaru. Pekanbaru : STIKes Hang Tuah Pekanbaru Pemerintah Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang Republik Indonesia No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran. Jakarta : Pemerintah RI

Siswati dan Pratami, S. L. 2015. Hubungan Ketepatan Pemberian Kode Diagnosa Dan Tindakan Terhadap Persetujuan Klaim BPJS. Jakarta : Universitas Esa Unggul

Ulfah, Siti Maria, Kresnowati, Lily dan Ernawati, Dyah. 2011. Hubungan Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Dengan Persetujuan Klaim Jamkesmas Oleh Verifikator Dengan Sistem INA CBGs Periode Triwulan IV Tahun 2011 Di RSI Sultan Agung Semarang. Semarang : Poltekkes Kemenkes Semarang

Vandari, Veni Vais. 2014. Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Pasien Caesarian Section Terhadap Pembiayaan Klaim Jamkesmas. Jakarta : Universitas Esa Unggul

Windari, A dan Kristijono, A. 2016. Analisis Ketepatan Koding Yang Dihasilkan Koder Di RSUD Ungaran. Semarang : Poltekkes Kemenkes Semarang

World Health Organization. 2004. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems Tenth Revision, Volume 2 second edition. Geneva : World Health Organization


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan by LPPM STIKes Widya Dharma Husada Tangerang is licensed under CC BY-NC 4.0

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Pajajaran Street Number 1 Pamulang,
South Tangerang City, Banten Province, Indonesia, 15417
Telephone: 021-74716128