Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Gastroenteritis Acute Pasien Rawat Inap Rsup Dr. Sitanala Kota Tangerang Tahun 2021

Gama Bagus Kuntoadi, Indah Kristina, Andriyani R Fahriati, Nurhana D. Ashari

Abstract


Pemberian kode diagnosis pada rekam medis pasien mengacu pada aturan ICD-10 (International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem). Seorang coder memiliki tanggung jawab terhadap keakuratan pengkodean, oleh karena itu kemampuan dan keterampilan tentang cara pengkodean diagnosis utama sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) di Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sitanala Kota Tangerang. Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sitanala memiliki 9 orang petugas rekam medis (koder), penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dan mengapa permasalahan yang ada di lapangan terjadi dengan metode wawancara dan observasi. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis diagnosis gastroenteritis akut sebanyak 122 dan sampel sebanyak 94 sampel berdasarkan perhitungan berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kode yang benar sebanyak 0 (0,00%), kode yang salah sebanyak 94 (100%). Belum semua SPO terkait penetapan kode diagnosis telah dilaksanakan. Penulisan diagnosis dokter menjadi kendala utama dalam melakukan proses kodefikasi. Penyebab ketidakakuratan kode diagnosis adalah kurangnya karakter keempat dalam kode.

Keywords


ketepatan kode diagnosis; gastroenteritis akut; ICD-10

Full Text:

PDF

References


Anggraini, dkk, 2017. Faktor Yang Mempengaruhi Akurasi Koding. Jakarta

Budiantono, B., Miliana, E(2021). Tinjauan Ketepatan Penggunaan Simbol dan Singkatan pada Ringkasan Pulang di Rumah Sakit Pusri Palembang. https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/256

Departemen kesehatan Republik Indonesia. 2017. Departemen kesehatan Republik Indonesia Tentang Sistem Kearsipan Rekam Medis. Jakarta: Depkes RI

Depkes RI. 2006. Tentang Pedoman penyelenggara dan Prosedur rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia. Jakarta: Depkes RI

Depkes RI. 2017. Departemen Kesehatan Republik indonesia tentang Sistem Kearsipan Rekam Medis. Jakarta: Depkes RI

Garmelia, E., & Sholihah, M. (2019). Tinjauan Ketepatan Koding Penyakit Gastroenteritis Pada Pasien BPJS Rawat Inap di UPTD RSUD Kota Salatiga. Jurnal Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, 2(2), 84. https://doi.org/10.31983/jrmik.v2i2.5350

Hatta, Gemala R., 2013. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan disarana Peleyanan Kesehatan. Jakarta; UI Press

Hatta, Gemala R., (ed.) 2012, Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan: Revisi Buku petunjuk Teknis

Hatta (2014). Kualitas Data Pengkodean diagnosis. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di sarana pelayanan kesehatan : revisi buku petunjuk teknis.

Indriansyah, M. N. (2021). Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Pada Kasus Persalinan Berdasarkan Icd 10 Di RSU Sumekar Triwulan 1 Tahun 2021. 1–12. http://respiratory.unj.ac.id

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2008. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III2008. Tentang Rekam medis dan informasi kesehatan. Jakarta: Menteri Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan Republik indonesia Nomor 340 Tahun 2010. Tentang Klasifikasi Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2020. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/312/2020. Tentang Standar profesional perekam medis dan informasi kesehatan. Jakarta: Menteri Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4Tahun 2018. Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan kewajiban Pasien. Jakarta: Menteri Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013. Tentang Penyelenggraan Pekerjaan Perekam Medis. Jakarta : Menteri Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2020. Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/312/2020, Standar Kompetensi Perekam Medis. Jakarta: Menteri Kesehatan RI (2020).

Karimah, R. N., Setiawan, D., & Nurmalia, P. S. (1970). Diagnosis Code Accuracy Analysis Of Acute Gastroenteritis Disease Based on Medical Record Document in Balung Hospital Jember. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 2(2), 12. https://doi.org/10.19184/ams.v2i2.2775

Margawati R. (2014). tinjauan keakuraan kode diagnosa gastroenteritis acute pada Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Anak Astrini.

Maryati, W., & Sari, A. (2019). Keakuratan Kode Diagnosis Gastroenteritis Acute Di Rumah Sakit Umum Assalam Gemolong. Smiknas, 208–216.

Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. http://eprints.ums.ac.id

Nurul, Pratiwi. (2016). tinjauan kesesuaian dan ketepatan kode diagnosa gastroenteritis acute pada SIMRS dengan Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap RSUD Penembahan bantul, (2016).

Notoatmodjo, (2018). Rancangan Penelitian. Jakarta: Rhineka Cipta Jakarta UI-Press)

Notoatmodjo, (2018). Kerangka konsep penelitian . Jakarta: Rhineka Cipta Jakarta UI-Press)

Notoatmodjo, (2018). Variabel penelitian. Jakarta: Rhineka Cipta Jakarta UI-Press)

Notoatmodjo, (2018). Populasi penelitian . Jakarta: Rhineka Cipta Jakarta UI-Press)

Notoatmodjo, (2018). Rancangan Penelitian. Jakarta: Rhineka Cipta Jakarta UI-Press)

Pertiwi, J. (2019). Systematic Review: Faktor Yang Mempengaruhi Akurasi Koding Diagnosis Di Rumah Sakit. Smiknas, 41–50. http://ojs.udb.ac.id/index.php/smiknas/article/view/692

Pramono, A. E., Nuryati, N., Santoso, D. B., & Salim, M. F. (2021). Ketepatan Kodifikasi Klinis Berdasarkan ICD-10 di Puskesmas dan Rumah Sakit di Indonesia: Sebuah Studi Literatur. Jurnal Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, 4(2), 98–106. https://doi.org/10.31983/jrmik.v4i2.7688

Purnamasari, Evita P., (2015), Pedoman Menyusun SOP Standar Operasional Prosedur, Jagakarsa, Jakarta: PT Buku Kita. http://respiratory.unj.ac.id

Rista, N., & Jepisah, D. (2021). Tinjauan Pelaksanaan Pengkodean Penyakit Gastroenteritis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit PMC Pekanbaru Tahun 2020. Medical Record Journal, 01(02), 97–105.

Siyamna, A. N., & Fitriani, Y. (2021). Study Literatur Ketepatan Pengkodean journal 2(2), 357–363.

Susanti, S. 2014. Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Utama Gastroenteritis Acute PAda Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap Berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen. http://respiratory.unj.ac.id

Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2009. Undang-Undang Republik

Indonesia No. 44 tahun 2009 pasal 1 tentang rumah sakit. Jakarta: Presiden RI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan by LPPM STIKes Widya Dharma Husada Tangerang is licensed under CC BY-NC 4.0

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Pajajaran Street Number 1 Pamulang,
South Tangerang City, Banten Province, Indonesia, 15417
Telephone: 021-74716128