EDUKASI PENGETAHUAN DALAM PENCEGAHAN & PENANGANAN KASUS DIARE DI SMPN 17 TANGERANG SELATAN
Abstract
ABSTRACT
The prevalence of diarrhea in Indonesia in 2023, based on the Indonesian Health Survey (SKI), was 4.3% for all age groups, while the prevalence in toddlers was recorded at 7.4% according to research citing SKI 2023. This figure indicates that diarrhea remains a significant public health problem, especially in toddlers, and is influenced by factors such as drinking water quality and sanitation. This community service aims to provide education to reduce the incidence of diarrhea and provide an overview of the correct treatment of diarrhea. The method of this activity was by presenting material on diarrhea prevention and treatment, Q&A related to the material and post test to students of SMPN 17 Tangerang Selatan. From the results of this activity, all students actively asked questions and were able to answer all questions given related to the material. This activity is expected to form awareness and healthy living behaviors among students, which will have a positive impact on reducing the incidence of diarrhea in the school environment and the surrounding community.
ABSTRAK
Prevalensi diare di Indonesia pada tahun 2023, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), adalah 4,3% untuk semua kelompok umur, sedangkan prevalensi pada balita tercatat 7,4% menurut penelitian yang mengutip SKI 2023. Angka ini menunjukkan bahwa diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya pada balita, dan dipengaruhi oleh faktor seperti kualitas air minum dan sanitasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi agar dapat menurunkan angka kejadian diare serta memberi gambaran pengobatan diare yang benar. Metode kegiatan ini adalah dengan pemaparan materi pencegahan dan pengobatan diare, tanya jawab terkait materi dan post test pada siswa SMPN 17 Tangerang Selatan. Dari hasil kegiatan ini seluruh siswa aktif bertanya serta dapat menjawab seluruh pertanyaaan yang diberikan terkait materi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan siswa yang berdampak positif pada pengurangan angka kejadian diare di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitarnya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA WHO, 2017. https://www.who.int/indonesia/id/n
ews/detail/15-08-2023-nationallaunch-of-rotavirus-(rv) immunization-expansion [Diakses 1 Oktober 2025]
Purnama, D., & Witdiawati, W. (2018). Literasi Penyakit HIV-AIDS pada
Siswa Madrasah Tsanawiah Negeri 1 Garut. Media Karya Kesehatan, 1(1).
Purwandari, R., & Ardiana, A. (2015). Hubungan antara perilaku mencuci tangan dengan insiden diare pada anak usia sekolah di Kabupaten Jember. Jurnal Keperawatan, 4(2).
R. N. Za, S. Rezeki, A. Kurniawan, and P. Riskia, “Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan ), Vol .4 No. 2 Oktober 2022Universitas
Ubudiyah Indonesia. PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT KABUPATEN ACEH BESAR Counseling on DiarrheaPrevention to the Community of Lambada Lhok Village , B,” vol. 4, no. 2, pp. 138–142, 2022.
A. Artifasari and I. Irawati, “Self Efficacy Relationship towards Improvement of Mother’s Knowledge in Childhood Management with Diarrhea,” J. La Medihealtico, vol. 1, no. 3, pp. 20–25,
, doi: 10.37899/journallamedihealtico.v1i3.126
DOI: https://doi.org/10.52031/jam.v6i2.1210
Refbacks
- There are currently no refbacks.