EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA SISWA-SISWI SMK SASMITA JAYA KOTA TANGERANG SELATAN

Agung Dewantoro, Nurlela Nurlela, Debi Susanti, Sheima Sukmarina Nurina, Fransiskus Agus Priono

Abstract


                                                     ABSTRACT

Sexually transmitted infections (STIs) are infections that are transmitted through sexual intercourse, commonly referred to as venereal diseases. According to the Centers for Disease Control (CDC), the most commonly reported sexually transmitted diseases in various countries are syphilis (including congenital syphilis), gonorrhea, chlamydia, chancroid, and HIV (Human Immune Deficiency Virus). The World Health Organization (WHO) notes that adolescents have the highest number of sexually transmitted diseases compared to other age groups. One in 20 adolescents contracts a sexually transmitted disease (STD) each year, while nearly half of all HIV (human immunodeficiency virus) cases affect adolescents under the age of 25. This shows that the incidence of STIs among adolescents is still high and is thought to be caused by adolescents' lack of knowledge about STIs and their attitudes towards them. Teaching about HIV issues through schools and community environments will enable large-scale outreach to the general population, namely students and young people, who are the most at-risk age group in Indonesia. School-based education also has great potential because it allows students, teachers, parents, and the community to work together to prevent and combat HIV and AIDS. Currently, HIV and AIDS are no longer just health issues, but have become multidimensional problems that require handling involving all members of the community. Therefore, this community service program conducts socialization and education related to HIV/AIDS and STIs among students at SASMITA JAYA Vocational School in South Tangerang City.

                                                    ABSTRAK

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang ditularkan memlalui hubungan seksual, yang popular disebut penyakit kelamin. Menurut Centers for Disease Control (CDC), penyakit menular seksual yang paling banyak dilaporkan dari berbagai negara adalah sifilis (termasuk sifilis kongenital), gonore, klamidia, chancroid, dan HIV (Human Immune Deficiency Virus). WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mencatat remaja mempunyai jumlah penyakit menular seksual tertinggi dibandingkan kelompok umur lainnya. Satu dari 20 remaja tertular penyakit menular seksual (PMS) setiap tahunnya, sementara hampir setengah dari seluruh kasus HIV (virus manusia) menyerang remaja berusia di bawah 25 tahun. Hal ini menunjukkan masih tingginya kejadian IMS di kalangan remaja dan diduga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan remaja tentang IMS serta sikap mereka terhadap IMS. Pengajaran tentang isu HIV melalui sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat akan memungkinkan penjangkauan dalam skala besar kepada populasi umum yaitu para siswa dan kaum muda, yang di Indonesia merupakan kelompok usia yang paling beresiko. Pendidikan berbasis sekolah juga sangat potensial sebab memungkinkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV danAIDS. Saat ini HIV dan AIDS sudah bukan hanya sekedar merupakan masalah kesehatan saja, tetapi sudah menjadi masalah multi-dimensi yang membutuhkan penanganan yang melibatkan semua anggota Masyarakat Oleh sebab itu, pada pengabdian ini dilakukan sosialisasi dan edukasi terkait HIV Aids dan IMS pasa siswa/Siswi SMK SASMITA JAYA Kota Tangerang Selatan.


Keywords


HIV, AIDS, Sexually Transmitted Infections, SMK SASMITA JAYA South Tangerang City

Full Text:

PDF

References


Fitriani, Y. (2023) “Efektivitas Strategi Pencegahan dalam Menanggulangi Infeksi Menular Seksual pada Remaja: A Literature Review,” Jurnal Informatika Medis (J-INFORMED) 1(1), pp.

–40. Available at: https://doi.org/10.52060/im.v1i1.1198.

Gita Naully, P. et al. (2018) Prevalensi HIV dan HBV pada Kalangan Remaja, Jurnal Kesehatan. Online. Available at: http://ejurnal.poltekkes

tjk.ac.id/index.php/JK.

Haryanto, S. (2022) PENGETAHUAN “TINGKAT REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL,” JURNAL EDUNursing, 6(1). Available

http://journal.unipdu.ac.id.

Keperawatan, J. et al. (no date) Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Ceramah Dan Media Audiovisual Terh-adap Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Pada Remaja. Available at: http://journal.umsurabaya.ac.id/index.php/JKM.

Laporan Riskesdas 2018 Nasional” (no date).

Passe, R. et al. (2022) Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Remaja, Abdimas Singkerru. Available at: https://jurnal.atidewantara.ac.id/index.php/singkerru/article/view/122.

Puspasari, I. et al. (2023) “Peningkatan Pengetahuan Mengenai Infeksi Menular Seksual Melalui Metode Penyuluhan pada Kelompok Palang Merah Remaja SMAN 1 Kediri Tabanan,” Journal WMMJ Warmadewa Minesterium Medical Journal, 2(1).

Vatrisya, Anggraini, G., D. Febliyanti, (2024) D. and INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA DI INDONESIA: PREVALENSI,

FAKTOR RESIKO DAN UPAYA PENCEGAHAN, Journal of Public Health Science (JoPHS).




DOI: https://doi.org/10.52031/jam.v6i2.1211

Refbacks

  • There are currently no refbacks.