EDUKASI PENCEGAHAN PERILAKU VERBAL ABUSE PADA SISWA SISWI MTS MUHAMMADIYAH CIPUTAT KOTA TANGERANG SELATAN

Susi Dewiasih Kusumawati, Arik Iskandar, Siti Chasani, Betty Betty, Sri Mulyani

Abstract


                                                      ABSTRACT

Verbal violence (verbal abuse) refers to all forms of spoken actions that are insulting in nature, including shouting, swearing, scolding, yelling, and intimidating others through the use of inappropriate language. Verbal abuse can occur in various contexts, such as personal relationships, school environments, or everyday social interactions. It may be carried out by individuals with the intention of dominating others, appearing superior, exerting control, or causing emotional or psychological harm. The impact of verbal abuse can result in a wide range of negative consequences for victims, both psychologically and socially. Common effects include decreased self-esteem, emotional disturbances, low self-concept, social isolation, impaired social relationships, and an increased risk of self-harming behaviors. In children, verbal abuse may lead to deep emotional wounds, developmental disorders, and behavioral problems. This community service activity was implemented through educational interventions focusing on verbal abuse behavior among adolescents. The educational sessions were intended to prevent or minimize verbal abuse at MTs Muhammadiyah Ciputat, South Tangerang City. The purpose of this program was to prevent verbal abuse behavior within the school environment and to enhance awareness and understanding of verbal abuse issues. More importantly, the initiative aimed to prevent the long-term effects of verbal abuse, particularly the development of mental health problems among adolescents, who represent the future generation of the nation and are expected to maintain good physical and mental well-being to support future development.

 

                                                       ABSTRAK

Kekerasan verbal (verbal abuse) adalah semua bentuk tindakan ucapan yang mempunyai sifat menghina, membentak, memaki, memarahi dan menakuti dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Verbal abuse bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti dalam hubungan pribadi, lingkungan sekolah, atau dalam interaksi sosial sehari-hari. Ini dapat dilakukan oleh orang-orang dengan tujuan untuk mendominasi, terlihat keren, mengendalikan, atau melukai orang lain secara emosional atau psikologis. Dampak dari perilaku kekerasan verbal atau verbal abuse dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada korban, baik secara psikologis maupun sosial. Beberapa dampak yang umum meliputi penurunan harga diri, gangguan emosi, konsep diri rendah, isolasi sosial, gangguan hubungan sosial, bahkan peningkatan risiko perilaku merugikan diri sendiri, sedangkan dampak pada anak, dapat terjadi luka emosional yang dalam, gangguang perkembangan dan gangguan perilaku. dilakukan melalui edukasi mengenai Pengabdian masyarakat perilaku verbal abuse di kalangan anak remaja. Penyuluhan ini dimaksudkan untuk mencegah atau meminimalkan perilaku verbal abuse di MTs Muhammadiyah Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah perilaku verbal abuse di lingkungan sekolah, serta untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang masalah verbal abuse. Terlebih penting lagi mencegah dampak dari verbal abuse yakni terjadinya gangguan kesehatan mental pada anak remaja, dimana anak remaja merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik demi pembangunan dimasa depan.


Keywords


Education, Verbal Abuse, Adolescents

Full Text:

PDF

References


Arsih. (2010). Kekerasan verbal pada anak.

Bandura, A. (2016). Social learning theory. Englewood Cliffs: Prentice Hall.

Bulu, Y., Maemunah, N., & Sulasmini (2019). "Faktor-faktor yang

Mempengaruhi Perilaku bullying pada Remaja Awal', Nursing News,

(1) https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fi kes/article/download/1473/104

Cahyani, F. D., Sumarsih, T., & Asti, A. D. (2022). Parents’ Verbal Violence Impact On Children’s Mental Health. Jurnal Urecol: University Reseach Colloqium, 604–612.

Coloroso, B. (2018). The bully, the bullied, and the bystander. New York: HarperCollins.

Desmita. (2019). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Harahap. E., & Ika Saputri, N. M. (2019). Dampak Psikologis Siswa

Korban bullying Di SMA Negeri 1 Barumun. RISTEKDIK: Jornal Bimbingan Dan Konseling, 4(1). https://doi.org/10.31604/ristekdik.v4

Hasmiati, H., Daeng, K. and Azis, A., 2024. Kekerasan Verbal Melabeli

Siswa SMP Negeri 4 Tommo Mamuju. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), pp.1063-1071.

Hurlock, E. B. (2017). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan

sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga

Indonesia, P.R., 2006. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23

Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Larasati, C. D., Syamsudin, M. M., & Nurjanah, N. E. (2021). Efektivitas Intervensi Adults and Children Together ( Act ) Raising Safe Kids Program Terhadap Pencegahan Tindak Kekerasan Verbal

Dalam Pendisiplinan Anak. Jurnal Kumara Cendekia, 9(1), 49–55.

Marlene, Y., Noach, C., & Sette, G. Y. (2022). Pengaruh Verbal Abuse

Terhadap Kepercayaan Diri Maranatha Oebufu Klasis Kota Kupang Timur. Jurnal Sosial Humaniora Sigli, 5(3), 290–294.

Reswita, & Bernadet Buulolo. (2023). Dampak Kekerasan Verbal di

Lingkungan Sekolah. CERDAS - Jurnal Pendidikan, 2(1), 9–22. https://doi.org/10.58794/cerdas.v2i1.176

Rigby, K. (2017). Bullying in schools: Addressing desires, not only

behaviours. Australian Council for Educational Research.

Santrock, J. W. (2018). Adolescence. McGraw-Hill Education.

Ulfah, M. M., & Winata, W. (2021). Pengaruh Verbal Abuse Terhadap

Kepercayaan Diri Instruksional, 2(2), Siswa. 48. https://doi.org/10.24853/instruksional.2.2.48-52

UNICEF. (2019). Annual report 2018. UNICEF. Diakses pada tanggal

Mei 2025 dari https://www.unicef.org/reports/annual-report-2018




DOI: https://doi.org/10.52031/jam.v6i2.1215

Refbacks

  • There are currently no refbacks.