EDUKASI BAHAYA PEMBERIAN MPASI TERLALU DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MASALAH GIZI PADA BAYI DI RW 04 KELURAHAN KRANGGAN
Abstract
ABSTRACT
Early complementary feeding (CF), or complementary foods given before 6 months of age, refers to foods or drinks provided to infants before they reach six months old. According to Aina (2019), factors that influence the behavior of early complementary feeding include knowledge, occupation, family support, education, traditions, media exposure, family income, parity, maternal age, experience, and adequacy of breast milk. Providing complementary foods too early or inappropriately can cause health problems in children, such as a high incidence of infections including allergies, diarrhea, respiratory tract infections, and even growth disorders (Fitriana, 2013). Objective:To improve community knowledge and skills, especially among mothers, to help meet nutritional needs. Education is one effective and appropriate approach at the family level that can change community behavior. Methods:The methods used in this activity involved offline, face-to-face information delivery through lectures. The community service activities included providing information through pre-tests and post-tests to assess understanding and the importance of knowing about complementary feeding (CF), the dangers of early complementary feeding, and demonstrations of appropriate baby food textures according to age stages. Results: Of the 35 mothers who attended, pre-test results showed that 57% of mothers did not yet understand complementary feeding or were categorized as having low knowledge. After counseling on complementary feeding management, demonstrations, and the provision of leaflet materials, there was an increase in knowledge to 80%. With this education, it is expected that mothers will understand the dangers of early complementary feeding and provide complementary foods at the appropriate time, namely at 6 months of age
ABSTRAK
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dini merupakan makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi sebelum berusia 6 bulan. Menurut (Aina, 2019), faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian MP-ASI dini diantaranya adalah pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga, pendidikan, tradisi, pemaparan media, pendaptan keluarga, paritas, usia Ibu, pengalaman, dan kecukupan ASI. Pemberian MP-ASI yang terlalu dini atau tidak tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan pada anak seperti kejadian infeksi yang tinggi seperti alergi, diare, infeksi saluran napas hingga gangguan pertumbuhan. (Fitriana, 2013). Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya ibu untuk bisa membantu memenuhi kebutuhan Gizi. Edukasi merupakan salah satu cara pendekatan pada keluarga yang baik dan efektif sehingga dapat mengubah perilaku masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyampaian informasi secara luring dengan tatap muka dimana dilakukan dengan metode ceramah, Pelaksanaan dalam kegiatan ini berupa pemeberian informasi dalam pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah pre test dan post test mengenai pemahaman dan pentingnya mengetahui MPASI, bahaya pemberian MPASI secara dini, dan demostrasi tekstur makanan bayi sesuai tahapan usia. Hasil: didaptakan dari dari 35 ibu yang hadir dengan hasil pre test sebesar 57% ibu belum mengetahui tentang MPASI atau kategori pengetahuan kurang. Setalah dilakukan Pemberian penyuluhan penanganan MPASI, dan demostrasi dan penyediaan fasilitas leaflet. Didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar 80%. Dengan adanya edukasi diharapakan ibu bisa mengetahui bahaya pemberian MPASI dan melakukan MPASI sesuai dengan waktunya yaitu 6 bulan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aina, Q. (2019). Mempengaruhi Faktor Yang Pemberian Makanan Pendamping Asi (MpAsi) Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan. Jurnal Info Kesehatan, 09(2), 211–219
Fitriana, V. dkk. (2013). Hubungan antara Tingkat Kesepian dengan Tingkat Insomnia pada Lanjut Usia di Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta : Program
Studi Ilmu Fakultas Keperawatan, Kedokteran Universitas Gajah Mada
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Kemenkes RI;
Kementrian Kesehatan RI. 2022. Hasil Survei Status Gizi Indonesia. Jakarta
Kristianto, Y., & Sulistyarini, T. (2013). The factors taht influence mother’s behavior in giving food complement of breast milk for babyi in age 6-26 month. Jurnal Stikes (1), 99-108
Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). Prinsip
Dasar MPASI Untuk Bayi Usia 6-24 Bulan. Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No 4, hlm.1646–1651, September 2015 , 1646-
Muharwaman (2024) Pemberian MPASI Harus penuhi 4 Syarat di
akses https://kemkes.go.id/id/pemberian-mpasi-harus-penuhi-4syarat-ini tgl 10 September 2025
Septikasari, M. (2018). Status gizi anak dan mempengaruhi. UNY Press
Sundari, D., Almasyhuri, dan A. L. (2019). Pengaruh Pemasakan
Proses Terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein.Media Litbangkes. 25(4): 235-242.
Hana 2023 Pengaruh Edukasi Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) Terhadap Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Dengan Anak Usia 7-24 Bulan Di Desa Kesesi Kabupaten Pekalongan Diakes
https://www.repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/2328rensi.
Arsin, Arsunan. Transisi epidemiologi dan pergeseran pola penyakit.
Fajar, 14 November 2015.
Diabetes Prevention Program Research Group. Hypertension, Insulin, and Proinsulin in of Participants with Impaired Glucose Tolerance. Hypertension. 2002; 40(5):679-86.
Kemenkes RI. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun
-2019. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI; 2015.
DOI: https://doi.org/10.52031/jam.v6i2.1262
Refbacks
- There are currently no refbacks.