ANALISIS FAKTOR DEMOGRAFI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIV PADA KELOMPOK LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI PUSKESMAS CIPUTAT PERIODE TAHUN 2009 - 2025

Talitha El Zhafira Hadi, Rita Dwi Pratiwi, Amiroh Amiroh

Abstract


                                                ABSTRACT

Background: HIV/AIDS is a significant health problem, especially in the group of Men Who Have Sex with Men (MSM) who are at high risk of HIV infection. South Tangerang City, specifically Ciputat Public Health Center, has recorded a high number of HIV cases within this group. Objective: This study aims to analyze the demographic factors associated with the incidence of HIV among MSM at Ciputat Public Health Center during the period 2009-2025. Methods: This quantitative study used a retrospective cohort design with secondary data from medical records and Voluntary Counseling and Testing (VCT) services. Results: Univariate analysis used descriptive statistics and bivariate analysis used the Kendall Tau correlation test using SPSS. The population consisted of 348 MSM who visited Ciputat Public Health Center between 2009-2025, with a total sample of 344 respondents fulfilling the inclusion criteria. The majority of respondents were aged over 20 years (91,6%), had higher education (91,3%) and were employed (79,7%). The prevalence of HIV positive was 72,7%. Conclusion: Age and employment status showed significant associations with HIV incidence, whereas education level did not. Sexually Transmitted Infections (STIs) demonstrated a highly significant relationship with HIV incidence. The conclusion is that age, employment status, and STIs play significant roles in HIV incidence among MSM. Prevention programs should target older age groups and the unemployed, as well as focus on controlling STIs. Strengthening education and HIV prevention interventions at Ciputat Public Health Center, particularly for high-risk groups, is recommended.


                                                     ABSTRAK

Latar Belakang: HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan signifikan khususnya pada kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang memiliki risiko tinggi terinfeksi HIV. Kota Tangerang Selatan khususnya Puskesmas Ciputat mencatat kasus HIV yang tinggi pada kelompok ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor demografi yang berhubungan dengan kejadian HIV pada kelompok Lelaki Seks Lelaki di Puskesmas Ciputat periode 2009-2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain kohort retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan layanan VCT. Analisis univariat menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall Tau pada SPSS. Populasi sebanyak 348 LSL yang berkunjung ke Puskesmas Ciputat tahun 2009-2025, dengan sampel total 344 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Sebagian besar responden berusia >20 tahun (91,6%), berpendidikan lanjut (91,3%) dan bekerja (79,7%). Prevalensi HIV positif sebesar 72,7%. Usia dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan kejadian HIV, sedangkan pendidikan tidak. Infeksi Menular Seksual (IMS) menunjukkan hubungan sangat signifikan dengan kejadian HIV. Kesimpulan: Faktor usia, pekerjaan, dan IMS berperan signifikan dalam kejadian HIV pada kelompok LSL. Program pencegahan perlu menyasar kelompok usia dewasa akhir dan yang tidak bekerja serta pengendalian IMS. Adanya penguatan edukasi dan intervensi pencegahan HIV di Puskesmas Ciputat khususnya untuk kelompok berisiko tinggi.



Keywords


HIV/AIDS; Men Who Have Sex with Men; Demographic Factors; Sexually Transmitted Infections; Needle User

Full Text:

PDF

References


Eka Rahayu. (2019). Ada Laki-Laki Seks dengan Laki-Laki (LSL) dalam Perilaku Penggunaan Kondom Pencegahan Penularan. Αγαη, 8(5), 55.

Fadilla Rahmi Arianti. (2024). Universitas Andalas Faktor yang Mempengaruhi Kejadian HIV / AIDS Pada Laki-Laki yang Berhubungan Seks Dengan Laki-Laki ( LSL ) di kota.

Firdaus, S., & Agustin, H. (2013). Faktor Risiko Kejadian HIV pada Komunitas LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki) Mitra Yayasan Lantera Minangkabau Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(2), 94–99. https://doi.org/10.25311/keskom.vol2.iss2.52

Hafid, W., Paramata, Y., Putri, A., & Mahmud, H. (2024). Penularan HIV-AIDS pada Populasi Berisiko (Gay, Waria dan LSL) di Kota Gorontalo. Journal of Public Health, 7(2), 58. https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/view/3790/1472

Hasibuan, A., Maulana, M. F. Z., & Mauliah, S. (2024). Melonjaknya Kasus HIV Dikalangan Remaja Indonesia. Amsir Community Service Journal, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.62861/acsj.v2i1.392

Hazairina, S. E., Setiawati, E. P., & Amelia, I. (2018). Hubungan Antara Karakteristik Klien Lsl Dengan Hasil Skrining Hiv Di Upt Puskesmas X Kota Bandung. Jurnal Sistem Kesehatan, 3(3), 103–110. https://doi.org/10.24198/jsk.v3i3.17003

Kemenkes RI. (2020). AIDS. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/hivaids--ims/aids

Kemenkes RI. (2021). HIV. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/hivaids--ims/hiv

Koblin, B. A., Chesney, M. A.& Coates, T. J. (2006). Risk factors for HIV infection among men who have sex with men. AIDS, 20(5), 731-739. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16514304/

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). 2011. Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia 2006-2011: Rangkuman Eksekutif. Jakarta: KPAN

Maulana, A., Firdawati, Hardisman, Etriyel, Yetti, H., & Abdiana. (2024). Gambaran risiko lingkungan sosial lelaki seks lelaki di Sumatera Barat. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(10), 4749–4761.

Nirmalasari, N. P. C., Md Swastika, A., & Ni Made Dwi, P. (2018). Prevalensi dan Karakteristik IMS di Klinik Anggrek UPT Ubud II pada Bulan Januari - Desember 2016. E-Jurnal Medika Udayana, 7(4), 169–175. http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum

Oktavia, M., Firdawati, F., & Irfandy, D. (2024). Gambaran Faktor Risiko Penularan HIV/AIDS pada Kelompok Lelaki Seks Lelaki di Kota Bukittinggi. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 5(3), 204–212. https://doi.org/10.25077/jikesi.v5i3.933

Panonsih, R. N., Effendi, A., Artini, I., & Permata, P. E. (2020). Hubungan Pendidikan Dan Pekerjaan Dengan Kualitas Hidup Gay, Transgender, dan LSL. ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(3), 219–225. https://doi.org/10.37148/arteri.v1i3.63

Sisy Rizkia, P. (2020). Hubungan Pengetahuan Tentang HIV/AIDS dengan Perilaku Pencegahan Penyebaran pada Populasi Lelaki Seks Lelaki (LSL). British Medical Journal, 2(5474), 1333–1336.

Yuwanti. (2023). Karakteristik Lelaki Seks Dengan Lelaki (LSL) di Wilayah Kerja Puskesmas X di Kabupaten Demak. Jurnal Profesi Bidan Indonesia, 3(2), 38–46.




DOI: https://doi.org/10.52031/edj.v10i1.1290

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Talitha El Zhafira Hadi, Rita Dwi Pratiwi, Amiroh Amiroh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang
Pajajaran Street Number 1 Pamulang,
South Tangerang City, Banten Province, Indonesia, 15417
Telephone: 021-74716128 / Handphone : 089529263441


Lisensi Creative Commons

Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat by the Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang is distributed under the Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0).
Based on the work at http://openjournal.wdh.ac.id/.