PENINGKATAN PENGETAHUAN MYALGIA PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN PORIS JAYA TANGERANG

Shieva Nur Azizah Ahmad, Siti Latipah, Imas Yoyoh, Alpan Habibi

Abstract


The aging process results in a decrease in the function of the elderly's organs, such as a decrease in muscle mass, which can cause muscle disorders, one of which is myalgia. Empowering the elderly through health education can increase the knowledge of the elderly, especially on myalgia. The purpose of community service is to increase public knowledge about myalgia. . The method used is lectures and discussions directly with the community by implementing strict health protocols. The implementation method starts from the preparation stage, namely preparing the location, permits and place of implementation and participants. The next stage is counseling related to myalgia. Evaluation in this service activity before and after the activity, namely by distributing questionnaires. The results of pre and post showed an increase in the value of knowledge in the good category of citizens by 70%. The result before counseling with good knowledge is 0% and after counseling with good knowledge is 70%. While the results before the extension with the category of less knowledge by 100% and after counseling with the category of less knowledge by 30%. Community service activities are expected to have stakeholder support to carry out routine education related to demonstrations of techniques to reduce pain and prevent myalgia.
Keywords: Myalgia, Knowledge, Society, Elderly

 

ABSTRAK
Proses menua mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi dari organ-organ lansia seperti penurunan massa otot yang dapat menyebabkan gangguan pada otot, salah satunya adalah myalgia Pemberdayaan lansia melalui pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan lansia terutama pada penyakit myalgia.Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap myalgia. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi secara langsung pada masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Metode pelaksanaan dimulai dari Tahap persiapan yaitu mempersiapkan lokasi, perizinan dan tempat pelaksanaan dan peserta. Tahap berikutnya penyuluhan terkait myalgia. Evaluasi dalam kegiatan pengabdian ini sebelum dan sesudah kegiatan yaitu dengan cara penyebaran angketHasil pre dan post menunjukkan adanya peningkatan nilai pengetahuan dengan kategori baik warga sebesar 70%. Hasil sebelum penyuluhan dengan kategori pengetahuan baik sebesar 0% dan sesudah penyuluhan dengan kategori pengetahuan baik sebesar 70%. Sedangkan hasil sebelum penyuluhan dengan kategori pengetahuan kurang sebesar 100% dan sesudah penyuluhan dengan kategori pengetahuan kurang sebesar 30%. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan adanya dukungan stakeholder untuk melakukan edukasi rutin terkait demonstrasi teknik mengurangi nyeri dan pencegahan myalgia.
Kata Kunci : Myalgia, Pengetahuan, Masyarakat, Lansia


Keywords


Myalgia; Knowledge; Society; Elderly

Full Text:

PDF

References


Darmojo, R.B. Pola Penyakit dan Keluhan Pada Golongan Penyakit Pada Usia Lanjut Agar Tetap Sehat dan Berkualitas. Semarang: FK UNDIP, 2, 8-10. 2004.

Haber, D. Health Promotion and Aging, practichal and application for health profesional. New York: Spinger Publishing Company. 2010. Harrianto R. Buku Ajar Kesehatan Kerja. Jakarta : EGC. 2012.

Jalajuwita, N. R., Paskarini, I. Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Unit Pengelasan PT. X Bekasi. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 4(1), 33–42. 2015.

Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (RISKESDAS). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. 2013 Kementerian Kesehatan RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta. 2018. Malonda, C. E., Kawatu, P. A. T., Doda, D. V. Gambaran Posisi Kerja dan Keluhan Gangguan Muskuloskeletal Pada Petani Padi di Desa Kiawa 1 Barat Kecamatan Kawangkoan Utara. Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(4). 2016.

Morley, D. Prioritas Pediatri di Negara Sedang Berkembang. Jakarta : Yayasan Esentia Medica. 1999.

Mubarak. Ilmu Keperawatan Komunitas. Jakarta : Salemba. 2010.

Notoatmodjo, S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. 1 ed. Jakarta : Rineka Cipta. 2012.

Purnama, Y. H. C. Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Penurunan Nyeri Pada Klien Dengan Trapezius Myalgia Pada Pekerja Angkut Di Kecamatan Jelbuk Jember. The Indonesian Journal of Health Science. 2018. Riasmini., dkk. Panduan Asuhan Keperawatan Individu, kelompok dan komunitas berdasarkan modifikasi NANDA, ICNP, NOC dan NIC di Puskesmas dan masyarakat. Ikatan perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI). Depok; UI Press. 2017.

Soejono. Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien Geriatric untuk Dokter dan Perawat. Jakarta: FK UI, 60-76. 2000.

Sumardino, W. Pemberdayaan Kemampuan Lansia dalam Mendeteksi penyakit degenerative. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan (Interest) 5 (2) : 230-237. 2016.

Sumardiyono, Lowa NW, Azzam AM, Huda KN, Nurfauziah N. Kejadian Myalgia Pada Lansia Pasien Rawat Jalan. 2017.

Taufik, M. Prinsip –Prinsip Promosi Kesehatan Dalam Bidang Keperawatan. Jakarta : CV Infomedika. 2007.

Tomaszewski M, Stepien KM, Tomaszewska J,et al. Statin-induced myopathies. Pharmacol Rep PR 2011; 63:859–66. 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.52031/jam.v3i1.304

Refbacks

  • There are currently no refbacks.